Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Luna Maya dan Maxime Ternyata Dulu Sering Berantem, Sekarang?

Hallo warga, kali ini kita ngobrol tentang hubungan, kepercayaan, batasan, usia, dan bagaimana dua orang seperti Luna Maya dan Maxime belajar menjadi pasangan yang semakin matang dan makin kompak.

cerita Luna Maya & Maxime terasa manusiawi karena Luna pernah menceritakan bahwa masa awal hubungan mereka tidak selalu mulus. Saat PDKT seru, awal pacaran juga seru, tetapi ternyata fase awal itu diwarnai pertengkaran yang cukup sering.


Bayangin warga… Sehari bisa ribut dua sampai tiga kali. Kalau diibaratkan minum obat, mungkin jadwalnya sudah seperti: pagi, siang, malam. Bedanya, ini bukan obat yang bikin sembuh, melainkan debat kecil yang harus dicari cara menyembuhkannya. Hehehe. Ini menarik…

Karena setelah menjalani hubungan sekitar satu setengah tahun menuju dua tahun, Luna Maya mengatakan mereka mulai semakin mengenal satu sama lain. Mereka mulai memahami karakter, kebiasaan, batas pribadi, cara berpikir, sampai hal-hal kecil yang sebelumnya mungkin gampang memicu konflik. Dan dari sana, hubungan mereka berubah. Bukan karena mereka tiba-tiba menjadi dua manusia tanpa masalah. Mereka menjadi dua orang yang lebih tahu bagaimana menghadapi masalah bersama. Itu bedanya.

1. Luna Maya dan Maxime ternyata pernah sering ribut, tapi justru dari situ mereka belajar jadi pasangan kompak

Warga, kalau ada satu hal yang sering disalahpahami dari hubungan pasangan publik, mungkin kita sering melihat hasil akhirnya saja.Kita melihat foto bahagia.Melihat senyum.Melihat jalan bareng.Melihat momen romantis.Lalu muncul pikiran, “Wah, enak ya hubungan mereka.”

Padahal kita tidak pernah tahu berapa banyak percakapan panjang yang terjadi setelah kamera dimatikan.Berapa kali mereka salah paham.Berapa kali harus belajar mengatakan, “Oke, aku ngerti sekarang.”Dan berapa kali dua orang yang sama-sama punya ego harus memilih menurunkan volume suara supaya masalah tidak semakin besar. Luna sendiri pernah menceritakan bahwa ketika baru berpacaran dengan Maxime, mereka bisa bertengkar dua sampai tiga kali sehari. Frekuensinya bahkan sampai terasa seperti rutinitas.Lucu kalau diceritakan sekarang.Tetapi kalau sedang berada di dalam situasinya, pasti tidak selucu itu.Karena setiap pertengkaran punya emosi.Ada capek.Ada salah paham.Ada ekspektasi.Ada perbedaan karakter.Ada kalimat yang mungkin salah ditangkap.Dan ada dua kepala yang sama-sama merasa dirinya benar.

Namun perjalanan Luna dan Maxime memberikan satu pelajaran yang cukup menarik: waktu bisa membuat dua orang semakin memahami pola masing-masing. Luna mengatakan setelah menjalani hubungan cukup lama, mereka mulai mengenal satu sama lain dengan lebih baik. Ketika pemahaman sudah bertambah, banyak hal yang dulu gampang menjadi pemicu konflik bisa lebih mudah dihadapi.

Ini sebenarnya berlaku untuk hubungan siapa pun.Di awal hubungan, kita sering jatuh cinta kepada versi terbaik seseorang.Semuanya terlihat menarik.Cara bicara lucu.Chat dibalas cepat.Ketemu selalu rapi.Makan bareng terasa romantis.Bahkan rebutan saus sambal di warteg pun bisa dianggap cute.Lalu waktu berjalan.Mulailah kelihatan kebiasaan sebenarnya.Ada yang kalau bangun tidur tidak boleh diajak ngobrol.Ada yang kalau lapar berubah menjadi manusia lain.Ada yang kalau sedang fokus kerja tidak mau diganggu.Ada yang kalau kesal malah diam.Ada juga yang kalau kesal justru ngomong panjang seperti sedang konferensi pers.Di titik itulah hubungan mulai masuk fase yang lebih nyata.Dan menurut min Age, justru di sana kualitas sebuah hubungan mulai kelihatan.Karena cinta yang matang tidak diukur dari seberapa jarang pasangan berbeda pendapat.Cinta yang matang terlihat dari bagaimana dua orang menyelesaikan perbedaan tanpa kehilangan rasa hormat.

Dalam cerita Luna dan Maxime, semakin lama mereka saling mengenal, hubungan terasa semakin natural. Luna bahkan menggambarkan bahwa setelah menikah, rasanya tidak terlalu berbeda dari masa pacaran.Mereka sudah membicarakan sejak awal bahwa masing-masing tetap punya pekerjaan, karier, kehidupan, dan identitas pribadi.Ada ruang.Ada batas.Ada komunikasi.Ada kejujuran.Dan ada mutual respect.Kalimat sederhana seperti ini sebenarnya punya makna besar.Karena pernikahan bukan berarti satu orang kehilangan dirinya lalu hidup sepenuhnya mengikuti pasangan.dalam hubungan orang dewasa, kepercayaan adalah salah satu bentuk kasih sayang yang paling mahal.

Apalagi Luna dan Maxime sama-sama bekerja di dunia yang penuh sorotan.Keduanya punya karier.Punya lingkungan pertemanan.Punya pekerjaan yang kadang menuntut bertemu banyak orang.Dalam situasi seperti itu, hubungan tidak mungkin sehat kalau setiap aktivitas harus diperiksa satu per satu.Hubungan akan melelahkan kalau cinta berubah menjadi sistem keamanan 24 jam.Luna justru memberikan sudut pandang yang menarik tentang hal tersebut.Ia mengatakan bahwa orang yang memang sudah merasa cocok, saling mengerti, dan memiliki keterikatan yang sehat tidak perlu terus-menerus “dikekep-kekepin”.

Menurut Luna, kalau seseorang memang sudah merasa klop dengan pasangannya, orang lain tidak perlu terus ditakuti.Ini bukan berarti seseorang boleh bebas melakukan apa saja tanpa batas.Justru sebaliknya.Kepercayaan yang sehat membutuhkan boundary.Ada batas yang harus dihormati.Ada komitmen yang harus dijaga.Ada kejujuran yang tidak boleh ditawar.Dan ada kesadaran bahwa pasangan kita adalah manusia yang punya pilihan.

Itulah kenapa kepercayaan terasa lebih kuat ketika diberikan kepada orang yang memang sudah menunjukkan tanggung jawab.Luna juga menjelaskan bahwa kalau suatu hari seseorang memilih orang lain, berarti ada sesuatu dalam hubungan yang membuat ketertarikannya berubah.Pandangan seperti ini cukup dewasa.Karena kita memang tidak bisa mengontrol hati orang lain dengan menggenggamnya semakin kuat.


Posting Komentar untuk "Luna Maya dan Maxime Ternyata Dulu Sering Berantem, Sekarang?"